Oleh: TH Khusus Makassar | 3 Januari 2010

QAWLAN MA’RUFA (Perkataan Baik)

QAWLAN MA’RUFA (Perkataan Baik)

Oleh: ANDI ARDIANSYA, M. ALI RUSDI, IRFAN DAN ABD LATIF

Lafazd قولا معروفا  dalam al-Qur’an dengan kaitannya dengan dakwa

Secara bahasa kata معروفا  berasal dari kata عرف  yang memberikan yang berarti sudah diketahui sudak menjadi kebiasaan yang telah diketahui oleh banyak orang. Jadi lafazd معروفا  berarti kalimat yang sudah diketahui oleh banyak orang atau dengan kata lain sebagai kalimat yang sudah menjadi konsumsi umum.

وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُمْ بِهِ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَاءِ أَوْ أَكْنَنْتُمْ فِي أَنْفُسِكُمْ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُونَهُنَّ وَلَكِنْ لَا تُوَاعِدُوهُنَّ سِرًّا إِلَّا أَنْ تَقُولُوا قَوْلًا مَعْرُوفًا وَلَا تَعْزِمُوا عُقْدَةَ النِّكَاحِ حَتَّى يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهُ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ (البقرة : 235 )

Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma’ruf. Dan janganlah kamu ber’azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis ‘iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

Dalam tafsir al-Mardi dijelaskan bahwa dalam ayat ini sebenarnya bermakna menyindir

Sedangkan dalam tafri al-Baidhawi dalam hal ini imam al-Baidhawi mengartikan lafazd قولا معروفا   adalah dalam melamar sebaiknya disamarkan dan tidak mempublikasikan kepada orang lain, mustasna’ minhu dalam ayat ini dibuang,  dan jangan berjanji terhadap mereka kecuali janji yang baik, atau janjilah mereka dengan kata kata yang baik, menurut ulama yang lain bahwa dalam ayat ini bahwa istisna’ munqathi’ dari sirrun, akan tetapi pendapat ini tertolak.

Ayat diatas membicarakan tentang tatacara meminang wanita, yaitu dalam kesempatan ini ayat diatas memerintahkan untuk menggunakan kata kata yang baik dalam melamar. Atau dalam memberi dakwah kita harus memberikan klasifikasi terhadap colan yang kita akan berikan dakwah, sebai contoh dalam ayat ini kita diajarkan untuk senantiasa berbicara dengan waita dengan kata kata yang lmbut atau yang baik baik, karena wanita itu mempunyai perasaan yang sangat lembut. Dalam kaitannya dikala berjanji terhadap mereka kita harus dengan kata yang bijak. Penggambaran dengan kata kata melamar harus dirahasiakan karena jangan sampai orang orang yang lain tahu lalu dia akan merasa malu dikala tidak jadi atau ada  hal yang akan mencul kemudian. Olehnya itu dalam berdakwa kita harus memiliki metode yang tidak harus darahasiakan.

وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا (النساء :5)

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (al-Nisa’ ayat 5)
Imam al-Baidhawi berkata dalam kitab tafsirnya bahwa dalam ayat ini arti kalimat قولا معروفا  adalah hitungan yang baik yang dapat menjadikan hai menjadi tentram, sedangkan lafazd المعروف  adalah sesuatu yang dianggap baik oleh syari’at dan akal, sedangkan kejelekan adalah sesuatu yang dianggap jelek oleh salah satunya.

Imam al-Mawardi mengambarkan bahwa kalimat قولا معروفا   itu mempunyai dua takwilan yaitu janji yang baik. Sedangkan makna kedua adalah mendoakanya.

Pada ayat ini berbicara tentang bagaimana memilihara harta orang yang masih belum sanggup untuk mengelolah hartanya sendiri sehingga dalam menjalankan amanah itu harus  kita melontarkan kalimat yang baik baik, sedangkan standar  perkataan yang baik itu harus tidak bertentang dengan dua hal yaitu syariat dan akal. Keduanya harus bersinergi.. Jadi ketika kita menjadi pelayan public , maka kita harus melayani dengan kalimat yang baik yang tidak bertentangan dengan syariat dan akal.

وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُولُو الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينُ فَارْزُقُوهُمْ مِنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا  (النساء : 8)

8. Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu  (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

Dalam kitab fathu al-Qadir dijelaskan bahwa makna “قَوْلًا مَعْرُوفًا” adalah perkataan yang indah dan tidak mengandung unsur sindiran yang dapat menyinggung perasaan orang lain.  Sumber lain menyebutkan bahwa  “قَوْلًا مَعْرُوفًا”  adalah perkataan yang baik yang ditujukan kepada orang-orang yang lemah dalam hal finansial yaitu anak yatim dan orang miskin.

Dari data di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa ketika kita menghadapi orang yang lemah dari segi ekonomi dalam hal ini anak yatim dan orang miskin, hendaklah kita menggunakan perkataan yang baik yang tidak mengandung ejekan, cemohan, atau apapun isitilah lain yang mampu menyinggung persaan mereka. 

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا (   الأحزاب : 32)

32. Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,

Dijelaskan dalam kitab al-Khazin bahwa قولا معروفا   itu dalam ayat ini adalah ayat yang menjelaskan tentang dalam berbicara terhadap seseorang itu dalam masalah agama dan Islam adalah kewajiban dikala ada hajat, dan menjelaskannya dengan tidak tunduk

Ayat diatas menjelskan terhadap kita  poin  tentang komunikasi kepada orang lain. Diajarkan bahwa kita dalam berbincang terhadap orang lain harus memberikan perhatian penuh kepada orang yang berdakwah tersebut, dan juga wanita sudah diperbolehkan untuk senantiasa menyebarkan Islam.

Kesimpulan:

Dari empat ayat di atas kita dapat menarik kesimpulan tentang bagaimana penjelasan قولا معروفا  itu, disini dapat diuraikan sebagi berikut:

1.      Dalam berdakwah kita harus memiliki metodologi

2.      Dalam berdakwah kita harus melihat komdisi prikologis dari mud’u itu sendiri.

3.      Berbicara terhadap orang itu harus dengan rasa percaya yang tinggi tidak mala seakan menyepelhkan orang lain, atau mad’u.

4.      Dikala memberikan sesuatu terhadap orang lain yang sampai menyakiti hatinya.

5.      Siapa pun kita harus perhatikan baik itu orang miskin.

6.      Dikala menjadi pelayan public kita harus bertutur dengan kata yang baik.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: