Oleh: TH Khusus Makassar | 3 Januari 2010

NABI MENRUT HADIS NABI Saw

NABI MENURUT HADIS NABI Saw.

Oleh: KM. Muh Rasyid Rasyd Ridha, S.Th.I

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Al-Qur’an dan Hadis  merupakan dua sumber pokok yang mana merupakan sebuah pedoman yang harus kita amalkan di dalam memahami ajaran agama islam.Al-Qur’an dan Hadis merupakan pedoman bagi ummat islam yang mana kedua pedoman ini sangat erat kaitannya dengan  ajaran yang dibawah oleh utusan Nabi Muhammad saw yaitu nabi terakhir yang diutus oleh Allah di muka bumi ini. Dengan pendekatan tematik ini akan sangat membantu memperoleh sebuah kesimpulan dan pemahaman  yang komprehensif baik yang terkait dengan defenisi , maksud dan hukum yang terkandung didalamnya. Salah satu topik yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu hadis-hadis yang terkait dengan nabi.

Nabi adalah utusan Allah yang diutus di muka bumi dengan tujuan untuk mengajak manusia kejalan yang benar.Allah swt mengutus para nabinya secara turun temurun mulai dari Nabi Adam as sampai kepada Nabi Muhammad saw.Nabi adalah seorang manusia biasa yang mendapat keistimewaan menerima wahyu dari Allah swt.Diantara para nabi ada yang diamanatkan untuk menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada ummat manusia.Nabi yang demikian itu disebut Rasul.Semua nabi dan rasul biasanya dilengkapi dengan mu’jizat, yaitu suatu perbuatan luar biasa yang dapat dilakukan oleh para nabi dan rasul , biasanya digunakan untuk membuktikan diri mereka sebagai seorang nabi dan rasul.[1]

B. Rumusan Masalah

Dari pemaparan tentang nabi tersebut diatas, maka pemakalah akan mengambil setidaknya dua rumusan masalah , sebagai berikut :

1.Apa yang dimaksud dengan Nabi, dan apa bedanya dengan Rasul?

2.Apa saja hadis-hadis yang terkait tentang Nabi?

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Nabi

Kata Nabi berasal dari tiga huruf dalam bahasa arab yaitu Nun,Ba dan Hamzah yang berarti datang dari tempat ketempat yang lain. Dan dikatakan bahwasanya orang yang datang dari daerah kedaerah yang lain disebut jg sebagai nabiyun,[2] maksudnya disini adalah membawa berita dari satu tempat ketempat yang lain.Sedangkan orang yang tidak datang atau berpindah dari satu tempat ketempat yang lain maka tidaklah dikatakan sebagai nabiyun.Di dalam bahasa Arab kata nabi berasal dari kata Nabaun jama dari kata Anbiya yang berarti pengkabaran  atau pemberitaan,[3]Sedangkan kata Khabar merupakan qiyasan dari kata nabi itu sendiri. Nabi adalah utusan Allah yang diutus dimuka bumi ini untuk menyiarkan agama. Dalam kitab Orang menerima wahyu Allah SWT disebut nabi atau rasul. Para muhaqqiqin (ahli,peneliti dan penyelidik) memberikan pengertian rasul sama dengan nabi, tetapi sebagian ulama ada yang membedakannya . Nabi dan rasul sama-sama menerima wahyu dari Tuhan.Apabila wahyu itu diperintahkan Tuhan untuk disampaikan , penerima wahyu itu disebut rasul. Namun jika tidak, ia disebut nabi. Nubuat adalah kedudukan yang diberikan seseorang yang dijadikan nabi, yaitu seseorang yang menerima wahyu , baik wahyu itu disuruh untuk disampaikan atau tidak.

Setidak-tidaknya ada dua tanda kenabian bagi orang yang dipilih tuhan menjadi nabi. Pertama , berdasarkan akal yang hanya diketahui oleh orang-orang tertentu (ulu al-basa’ir). Kedua, tanda-tanda yang dapat dilihat dari panca indra , seperti asal usulnya baik (datang dari keluarga baik dan beradab) , bukan dari keluarga yang bodoh dan dungu atau berbudi pekerti rendah , mempunyai akhlak yang mulia dan agung , memiliki bentuk tubuh yang menarik, dan mempunyai mukjizat yang menunjukkan risalah yang dibawanya.[4]

B. Perbedaan Antara Nabi Dan Rasul

Kenabian adalah syarat kerasulan (risalah). Maka tidak bisa menjadi Rasul orang yang bukan Nabi. Kenabian lebih umum dari kerasulan . Setiap  rasul pasti nabi, tetapi tidak semua nabi itu adalah rasul. Sedangkan rasul adalah membawa risalah kepada orang yang tidak mengerti tentang agama dan syariat Allah; atau kepada kamu yang telah mengubah syariat dan agama , untuk mengajari mereka atau mengembalikan mereka kedalam syariat Allah. Sedangkan Nabi diutus dengan Dakwah kepada Syariat nabi/rasul sebelumnya.Jumlah nabi dan rasul yang diutus  Tuhan ke muka bumi ini cukup banyak . Menurut ulama , jumlah rasul yang diutus seluruhnya 313 orang dan nabi 124.000 orang.[5]

C. Hadis-hadis Yang Terkait Tentang Nabi

Setelah melakukan penelitian dalam beberapa kitab hadis, Maka di antara Hadis-hadis yang terkait dengan nabi adalah sebagai berikut:

1. حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ يَتَرَاءَوْنَ أَهْلَ الْغُرَفِ مِنْ فَوْقِهِمْ كَمَا يَتَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الْغَابِرَ فِي الْأُفُقِ مِنْ الْمَشْرِقِ أَوْ الْمَغْرِبِ لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ تِلْكَ مَنَازِلُ الْأَنْبِيَاءِ لَا يَبْلُغُهَا غَيْرُهُمْ قَالَ بَلَى وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ رِجَالٌ آمَنُوا بِاللَّهِ وَصَدَّقُوا الْمُرْسَلِينَ

Hadis tersebut di atas terkait dengan kedudukan para penghuni surga sama dengan kedudukan para nabi.Hadis ini diriwayatkan dalam Sahih Bukhari :Bad’ al-Khalq,nomor 3016.Kitab al-Riqaq, nomor hadis 6071. Sahih Muslim : Kitab al-jannah wa sifah,nomor hadis 5059. Musnad Ahmad : Kitab baqi Musnad al-Anshar, nomor hadis 21806. Dan Sunan al-Darimi : Kitab al-Riqaq, nomor hadis 2709.

2. حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا قَدْ أُعْطِيَ مِنْ الْآيَاتِ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَى اللَّهُ إِلَيَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Hadis ini terkait dengan kriteria seorang nabi. Hadis ini diriwayatkan dalam kitab Sahih Muslim: Nomor hadis 217, bab Wujub Iman bi-risaalati, juz 1, halaman 364. Sahih Bukhari: Nomor hadis 6732, bab Qaulun Nabi, juz 22, halaman 22. Dan hadis ini juga terdapat dalam kitab Musnad Ahmad: Nomor 8135 & 9452, bab Musnad Abi Hurairah, juz 17 hal 177&juz19 hal 495.

3. حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ بَهْدَلَةَ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلَاءً قَالَ الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلَاؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلَاءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأُخْتِ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلَاءً قَالَ الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ

Hadis di atas terkait dengan nabi yang mana seorang nabi adalah orang yang paling besar cobaannya..Hadis yang diriwayatkan dalam kitab Sahih Tirmidzi: Nomor 2322, bab Ma Ja’a Pissabri, juz 8, halaman 417. Sahih Bukhari: Bab Asyaddun Nasa Balaa, juz 17, halaman 381. Sunan Ibn Majah: Nomor 4013, bab Assabru ala balaa, juz 12, halaman 30. Musnad Ahmad: Nomor 1412, 1473&1521, bab Musnad Abi Ishaq Sa’ad, juz 3 halaman 422&483, dan juz 4 halaman 31.

4. حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنِ سِنَانٍ حَدَّثَنَا سَلِيمُ بْنُ حَيَّانَ بَصْرِيٌّ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مِينَاءَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ قَبْلِي كَرَجُلٍ بَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَتَعَجَّبُونَ مِنْهَا وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ وَفِي الْبَاب عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ

Hadis ini berhubungan dengan keterkaitan nabi dengan nabi yang lain. Hadis ini diriwayatkan dalam kitab Sunan at-Tirmidzi: Nomor 2789, bab Ma Ja’a pi-Mislin Nabi, juz 10, halaman 89. Sahih Bukhari: Nomor 3271, bab Khaatamun Nabiyyin, juz 11, halaman 366. Sahih Muslim: Nomor 4237, bab Dzikru Kau-Nuhu, juz 11, halaman 402. Musnad Ahmad: Nomor 7173, bab Musnad Abi Hurairah, juz 15, halaman 214.

5. حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ حَدَّثَنِي شَقِيقٌ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحْكِي نَبِيًّا مِنْ الْأَنْبِيَاءِ ضَرَبَهُ قَوْمُهُ فَأَدْمَوْهُ وَهُوَ يَمْسَحُ الدَّمَ عَنْ وَجْهِهِ وَيَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِقَوْمِي فَإِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Hadis ini terkait dengan kesabaran nabi dalam menghadapi kaumnya. Hadis ini diriwayatkan dalam kitab Sunan Ibn Majah: Nomor 4015, bab Assabru Alal Balaa, juz 12, halaman 32. Kitab Sahih Bukhari: Nomor 3218, bab Hadisul al-Ara, juz 11, halaman 296 dan pada nomor 6417, bab is A’rada Zimi, juz 21, halaman 249. Sahih Muslim: Nomor 3347, bab Gazwata Ahad, juz 9, halaman 271.Kitab Musnad Ahmad: Nomor 3898, bab Musnad Abdullah Ibn Mas’ud, juz 8, halaman 433.

6. حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَلَصَ الْمُؤْمِنُونَ مِنْ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَمِنُوا فَمَا مُجَادَلَةُ أَحَدِكُمْ لِصَاحِبِهِ فِي الْحَقِّ يَكُونُ لَهُ فِي الدُّنْيَا بِأَشَدَّ مُجَادَلَةً لَهُ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ لِرَبِّهِمْ فِي إِخْوَانِهِمْ الَّذِينَ أُدْخِلُوا النَّارَ قَالَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِخْوَانُنَا كَانُوا يُصَلُّونَ مَعَنَا وَيَصُومُونَ مَعَنَا وَيَحُجُّونَ مَعَنَا فَأَدْخَلْتَهُمْ النَّارَ قَالَ فَيَقُولُ اذْهَبُوا فَأَخْرِجُوا مَنْ عَرَفْتُمْ فَيَأْتُونَهُمْ فَيَعْرِفُونَهُمْ بِصُوَرِهِمْ لَا تَأْكُلُ النَّارُ صُوَرَهُمْ فَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ النَّارُ إِلَى أَنْصَافِ سَاقَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ إِلَى كَعْبَيْهِ فَيُخْرِجُونَهُمْ فَيَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرَجْنَا مَنْ أَمَرْتَنَا ثُمَّ يَقُولُ أَخْرِجُوا مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ وَزْنُ دِينَارٍ مِنْ الْإِيمَانِ ثُمَّ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ وَزْنُ نِصْفِ دِينَارٍ حَتَّى يَقُولَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ فَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْ بِهَذَا فَلْيَقْرَأْ هَذِهِ الْآيَةَ { إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا } قَالَ فَيَقُولُونَ رَبَّنَا قَدْ أَخْرَجْنَا مَنْ أَمَرْتَنَا فَلَمْ يَبْقَ فِي النَّارِ أَحَدٌ فِيهِ خَيْرٌ قَالَ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ شَفَعَتْ الْمَلَائِكَةُ وَشَفَعَ الْأَنْبِيَاءُ وَشَفَعَ الْمُؤْمِنُونَ وَبَقِيَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ قَالَ فَيَقْبِضُ قَبْضَةً مِنْ النَّارِ أَوْ قَالَ قَبْضَتَيْنِ نَاسٌ لَمْ يَعْمَلُوا لِلَّهِ خَيْرًا قَطُّ قَدْ احْتَرَقُوا حَتَّى صَارُوا حُمَمًا قَالَ فَيُؤْتَى بِهِمْ إِلَى مَاءٍ يُقَالُ لَهُ مَاءُ الْحَيَاةِ فَيُصَبُّ عَلَيْهِمْ فَيَنْبُتُونَ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِي حَمِيلِ السَّيْلِ فَيَخْرُجُونَ مِنْ أَجْسَادِهِمْ مِثْلَ اللُّؤْلُؤِ فِي أَعْنَاقِهِمْ الْخَاتَمُ عُتَقَاءُ اللَّهِ قَالَ فَيُقَالُ لَهُمْ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ فَمَا تَمَنَّيْتُمْ أَوْ رَأَيْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ لَكُمْ عِنْدِي أَفْضَلُ مِنْ هَذَا قَالَ فَيَقُولُونَ رَبَّنَا وَمَا أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ قَالَ فَيَقُولُ رِضَائِي عَلَيْكُمْ فَلَا أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ أَبَدًا

Hadis ini terkait dengan syafaat nabi kepada ummatnya. Hadis ini hanya diriwayatkan dalam kitab Musnad Ahmad: Nomor 11463, bab Musnad Abi Said al-Khudri, juz 24, halaman 8.

PENUTUP

Makalah kami ini masih sangat jauh dari yang kita harapkan bersama, karena masih banyak yang perlu dikaji termasuk status hadis-hadis yang dilampirkan. Dan masih banyak lagi masalah-masalah penting yang terkait dengan Nabi yang tidak sempat  kami angkat di dalam makalah kami ini karena keterbatasan waktu dan kemampuan kami.


[1] Prof.Dr.Azyumardi Azra,M,A.dkk,Ensiklopedi Islam (PT.ICHTIAR BARU VAN HOUVE,2005.)h 326.

[2] Lihat kitab Maqayisu al-Lugat karangan Husain Ahmad Ibn Paris Ibn Zakaria, juz 5 ,terbitan Darul Fikri.Halaman 385

[3] Lihat kamus arab-indonesia karangan prof . Mahmud Yunus , terbitan hirakarya agung tahun 1411 H/1990 M.Halaman 437.

[4] Ibid 154

[5] Ensiklopedi,Ibid 155


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: