Oleh: TH Khusus Makassar | 3 Januari 2010

Talking About Sura Ali ‘Imran (8th-9th verse)

Talking About Sura Ali ‘Imran (8th-9th verse)

By: M. Ali Rusydi

$oY­/u w ùøÌè? $oYt/qè=è% y÷èt/ øÎ) $oYoK÷yyd ó=ydur $uZs9 `ÏB y7Rà$©! ºpyJômu 4 y7¨RÎ) |MRr& Ü>$¨duqø9$# ÇÑÈ

“(They say:) ‘Our Lourd! Let not our hearts deviate after you have guided us, and bestow on us from your mercy, for You are, indeed, the Ever-Bestower”.

!$oY­/u y7¨RÎ) ßìÏB$y_ Ĩ$¨Y9$# 5QöquÏ9 w |=÷u ÏmÏù 4 cÎ) ©!$# w ß#Î=÷ã y$yèÏJø9$# ÇÒÈ

“our Lord! verily You are the Ghatherer of mankind unto a day in wich there is no doubt; for surely Allah never fails (His) promise.

Meaning of The Important Word

·                                ربنا :  The arabic word (رب) it is mean educator, but the meaning of  the word (رب) always Allah, except if the word is connected with the other words.

·        لاتزغ : The word is taken from (زاغ- يزيغ- زيغا) its mean turn way        from the right way.

·        رحمة : include everithing, such as faith, happiness, etc.

·        الوهاب : the ever bestower eventought (tanpa diminta) and His gift is very much and repeated withiut hope for compersation.

·        اليوم : The Doomsday or the Hereafter.

·        الميعاد : is taken from (وعد- يعد- وعدا ) it is mean promise.

Baca Lanjutannya…

Oleh: TH Khusus Makassar | 3 Januari 2010

QAWLAN MA’RUFA (Perkataan Baik)

QAWLAN MA’RUFA (Perkataan Baik)

Oleh: ANDI ARDIANSYA, M. ALI RUSDI, IRFAN DAN ABD LATIF

Lafazd قولا معروفا  dalam al-Qur’an dengan kaitannya dengan dakwa

Secara bahasa kata معروفا  berasal dari kata عرف  yang memberikan yang berarti sudah diketahui sudak menjadi kebiasaan yang telah diketahui oleh banyak orang. Jadi lafazd معروفا  berarti kalimat yang sudah diketahui oleh banyak orang atau dengan kata lain sebagai kalimat yang sudah menjadi konsumsi umum.

وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُمْ بِهِ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَاءِ أَوْ أَكْنَنْتُمْ فِي أَنْفُسِكُمْ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُونَهُنَّ وَلَكِنْ لَا تُوَاعِدُوهُنَّ سِرًّا إِلَّا أَنْ تَقُولُوا قَوْلًا مَعْرُوفًا وَلَا تَعْزِمُوا عُقْدَةَ النِّكَاحِ حَتَّى يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهُ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ (البقرة : 235 )

Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma’ruf. Dan janganlah kamu ber’azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis ‘iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

Dalam tafsir al-Mardi dijelaskan bahwa dalam ayat ini sebenarnya bermakna menyindir

Sedangkan dalam tafri al-Baidhawi dalam hal ini imam al-Baidhawi mengartikan lafazd قولا معروفا   adalah dalam melamar sebaiknya disamarkan dan tidak mempublikasikan kepada orang lain, mustasna’ minhu dalam ayat ini dibuang,  dan jangan berjanji terhadap mereka kecuali janji yang baik, atau janjilah mereka dengan kata kata yang baik, menurut ulama yang lain bahwa dalam ayat ini bahwa istisna’ munqathi’ dari sirrun, akan tetapi pendapat ini tertolak.

Ayat diatas membicarakan tentang tatacara meminang wanita, yaitu dalam kesempatan ini ayat diatas memerintahkan untuk menggunakan kata kata yang baik dalam melamar. Atau dalam memberi dakwah kita harus memberikan klasifikasi terhadap colan yang kita akan berikan dakwah, sebai contoh dalam ayat ini kita diajarkan untuk senantiasa berbicara dengan waita dengan kata kata yang lmbut atau yang baik baik, karena wanita itu mempunyai perasaan yang sangat lembut. Dalam kaitannya dikala berjanji terhadap mereka kita harus dengan kata yang bijak. Penggambaran dengan kata kata melamar harus dirahasiakan karena jangan sampai orang orang yang lain tahu lalu dia akan merasa malu dikala tidak jadi atau ada  hal yang akan mencul kemudian. Olehnya itu dalam berdakwa kita harus memiliki metode yang tidak harus darahasiakan. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.